Ahad, 1 Januari 2012

Roda-roda Kehidupan

Assalamualaikum dan Salam 1 Tok Wan...
Bertemu lagi di ruangan ini semoga kalian semua beroleh kesejahteraan dan diberkati Allah swt selalu. Saya mengambil kesempatan ini mengucapkan selamat tahun baharu 2012 kepada semua pembaca yang dikasihi, semoga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu.


Roda-Roda Kehidupan (RRK)
Hidup ini bagaikan 1 putaran. Sedar atau tidak, kita sedang mengharungi 1 putaran kehidupan. Dari dalam rahim (perut) ibu kita dilahirkan, kemudian membesar lalu dewasa, seterusnya mengharungi kehidupan berkeluarga (kahwin), melahirkan zuriat (anak ), menimang cucu, seterusnya mengharungi hari-hari lanjut usia sampailah kita dijemput kembali oleh Allah swt dan disemadikan di (perut) bumi, maka lengkaplah 1 putaran kehidupan.
                Namun sesetengah orang tidak dapat merasai 1 pusingan lengkap kehidupan ini, mereka dijemput terlebih dahulu oleh Allah swt. Orang selalu berkata “Allah lebih menyayangi mereka”. Namun yang lebih tepat pada pandangan saya adalah mereka tidak mampu untuk harungi perit jerih dan liku-liku kehidupan ini. Mereka dimatikan supaya mereka tidak akan menanggung sengsara akibat ketidakmampuan mereka itu kerana Allah swt berfirman:
 “...Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”(Surah al-Baqarah : 286).
Namun apa-apapun  Allah swt lebih mengetahui dengan apa yang nyata dan tersembunyi dan Allah swt sentiasa memberi yang terbaik untuk makhluknya, oleh itu bersyukurlah dengan nikmatnya.
                Lihatlah di sekeliling kita, pasti kita dapat melihat bayi yang baru lahir, kanak-kanak yang tengah membesar, anak-anak yang sedang meningkat remaja, orang-orang dewasa, emak ayah yang semakin tua serta datuk nenek yang menghitung usia, masing-masing dengan telatah dan kerenah masing-masing. Segala-galanya cantik disusun atur oleh yang Maha Esa. Allah swt. berfirman yang bermaksud:-
‘...Allah, Dialah yang menciptakan kamu daripada keadaan lemah kemudian Dia menjadikan kamu sesudah lemah itu kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dialah menciptakan apa yang dikehendakiNya. Dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Perkasa.” (Surah ar-Rum : 54)  SubhanAllah!!!
                Sianak kecil terbaring sambil menangis  meminta disusukan  dan dibelai manja, kanak-kanak berlari kesana-kemari sambil mulutnya terkumat-kumit menghafal atau bertanyakan itu dan ini. Siremaja pulak tercari-cari identiti sendiri, sidewasa bertungkus-lumus memperkasakan diri, ibu dan ayah memperturunkan ilmu yang dipelajari dan sidatuk dan nenek memperbanyakan  amal ibadah untuk dibawa sebagai bekalan di akhirat nanti...itulah lazimnya putaran kehidupan ini.
                Namun, di tengah-tengah putaran kehidupan  ini, kita tidak akan lari dari diuji dengan berbagai-bagai ujian mengikut tahap kemampuan kita sendiri. Segala ujian pasti didatangkan dengan sejuta hikmah, diiringi dengan ribuan anugerah. Lebih teruk kita diuji, lebih tinggi kesabaran kita maka lebih teballah tahap keimanan kita di sisi Allah swt.
“...Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Surah al-Ankabut : 2-3)
                Kadang-kadang kita tidak sedar yang kita tengah diuji. Kita sering marah-marah bila anak-anak kecil kita lasak, kita sering bersungut bila anak-anak remaja kita kurang cerdik macam anak-anak orang lain. Kita sering mengeluh bila gagal dalam usaha kita, sering mempertahankan pendirian dan keegoan kita bila dinasihati oleh ibibapa kita dan lebih teruk lagi merasa benci pada orang-orang yang lanjut usia yang kebaayakannya berperangai seperti kebudak-budakan. Kita selaunya melabelkan mereka-mereka ini dengan pelbagai-bagai, contohnya:-
ü  Buasnya anak saya ini...
ü  Anak saya ni lembab sikit...
ü  Saya ni tak pandailah...buat kerja semua tak jadi...
ü  Zaman mak dan ayah dulu lain...manakan sama dengan zaman moden sekarang ni...
ü  Dia dah tua...dah nyanyuk pun...menyusahkan kita saja...
 dan berbagai-bagai lagi.
Ø  Pernahkan kita terfikir yang kita juga akan mengalami putaran hidup yang sama andainya dipanjangkan umur dan diizinkan oleh Allah swt?.
Ø  Pernahkah kita menilai di mana tahap putaran kehidupan kita sekarang?
Ø  Mahukah kita meletakan tahap putaran kehidupan orang-orang yang terdekat dengan kita?
Ø  Sanggupkah kita mempertikaikan kurniaan Allah kepada kita?
Ø  Sanggupkah kita melawan kedua ibubapa kita, menyakiti hati mereka yang telah mengasuh dan membesarkan kita?
Ø  Sanggupkah kita melihat mereka kesepian, tanpa belaian manja dari anak-anak tercinta?
Ø  Sanggupkah kita melihat mereka kesunyian, terus menghitung hari...
Ø  Pernahkah kita melayani kerenah mereka sebagaiman mereka melayani kerenah kita sepanjang hidup kita ini?
Ø  Mampukah kita mencurahkan bakti dan kasih sayang sepertimana mereka mencurahkannya kepada kita selama ini?
Ø  Pernahkan kita berazam untuk membalas segala jasa bakti mereka selagi mereka masih hidup ini? Dan akhir sekali,
Ø  Pernahkah kita bersyukur dengan nikmat kurniaan Allah yang tidak terhingga ini, memberi  kita ruang dan waktu untuk menabur jasa dan bakri terutama pada kedua ibu dan bapa?
Kepada sesiapa yang masih mempunyai ibu dan bapa yang masih hidup, ambillah peluang keemasan ini untuk menjaga mereka, menjaga hati mereka,  memberi kasih sayang yang secukupnya, menabur segala budi, bakti dan jasa, menjaga makan dan minum serta kesihatan mereka. Beruntunglah mereka yang masih mempunyai ibubapa dan rugilah pada sesiapa yang tidak diberi kesempatan ini. Tiadalah yang lebih bahagia bagi insan yang bergelar ibu atau ayah selain berbahagia di samping anak yang dikandung dan dibesarkan. Nabi S.A.W pernah bersabda  yang bermaksud:-
“...Keredaan Allah terletak pada keredaan ibu bapa manakala kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan ibu bapa.” (Hadis Riwayat At-Tarmizi)
“...Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik terhadap ibu bapanya, ibunya telah mengandungkannya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung sampai akhir menyusukannya) dan tempoh mencerai susunya ialah dalam masa dua tahun (dengan demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu dan ingatlah Allah jua tempat kembali untuk menerima balasan.” (Surah Luqman : 14)
                Sudah terang lagi bersuluh, tiada pilihan untuk kita berbuat cela terhadap ibubapa. Tiada alas an untuk kita mengasari mereka. Tiada dalil mengahuskan kita untuk membelakangi mereka.
“...Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu dan hendaklah kamu berbuatbaik kepada kedua ibubapamu.” (Surah an-Nisaa :36)
“Dengan nama Engkau wahai Tuhan, aku hidup dan aku mati.”
Sekian...wassallam...

Tiada ulasan:

Catat Ulasan